
Bila kelak kalian dewasa, tolong perhatikan betul pesan-pesan ini :
Pertama kenali betul siapa Allah dan Rasullullah saw, karena hanya itu yang bisa selamatkan kalian saat didunia dan akherat nanti.
Jangan seperti Ayahmu ini yang hanya sepotong-sepotong mengenalnya.
Kedua, ini akan menjadi kewajibanmu kelak Untuk selalu hormat, menghargai Orang Tuamu, jangan berkata 'ah...uh....' apa bila kelak kami berdua sudah renta, terutama Ibumu, jangan repotkan dia pada hal-hal yang diluar kemampuannya, janganlah durhaka padanya hanya karena syetan telah mampu melipat akal dan nuranimu, sekali kalian lakukan itu, dekatlah kalian pada Neraka. Maka semampu mungkin 'jauhi' hal itu ya Nak...
Ketiga, Situasi hidup kalian nanti akan jauh lebih sulit dibanding saat ini.
bisa dari pengaruh global, media atau makin rapatnya bala tentara syetan yang kian gigih pengaruhi otak dan qolbu mu, bila itu terjadi segera kembali pada 'pesan yang pertama'
Ke Empat, tentang pilihan pasangan hidupmu atau pacarmu.
Tidaklah cepat untuk tetapkan pasanganmu atau percaya pada kelembutan, kecantikan, ganteng atau fisik yang sempurna atas dirinya, karena itu lebih banyak membuat kalian kecewa. Sikap manis hanya akan berujung pada kepuasan yang dia incar dari kalian setelah itu 'forgeted lah...!', itu hanya topeng saja.
Ayah akan tunjukkan dan ajarkan kenali 'sikap asli' mereka.
Pribadi seseorang akan tampak riil bila sudah teruji bersama waktu yang terjalani, saat ada masalah atau hal lainnya, lihatlah pada mereka sejauh apa sikap dia kepada kalian, bijak kah ? lembut kah ? tegas kah ? nyamankah buat kalian ? sabar kah ? pemarah atau emosian dia ? selalu menghargai dan penuh tolerankah ? bertanggung jawabkah ? bisa jadi 'imam kah ? bila tidak lupakan !! dan segeralah mencari yang laen.
Ayah kepengen kalian punyai sifat baik diatas, punyailah sikap pribadi yang menyenangkan bagi orang lain dan selalu melayani (karena Allah membenci pada orang ingin dan merasa di-istimewakan) walau kalian bukan orang berada / mampu. Sebenarnya masih banyak hal lainnya, tapi hal diatas adalah base atau dasar yang perlu kalian tahu.
Kelima, adalah kalian hanya berdua, harus saling rukung, tolong menolong, saling mendukung kekurangan kalian jangan lah ego saja yang kalian kedepankan.
Tidak berat hati dalam menolong orang, selalu beramal soleh atau solehah, juga selalu mau doakan kami saat kami tiada nanti, karena hanya bekal tambahan itulah amalan Ayah dan Ibu mu semakin baik dan meningkat dimata Allah. Lantas jadilah sosok diri yang mandiri, teguh dan ulet dalam setiap pembelajaran Allah, punyai sikap adil juga kepada sesama, selalu bertasbih, dzikir dan bersholawat untuk Rasulullah.
Lantas kenapa puasa dan sholat ga Ayah bahas, sebab dua hal itu sudah menjadi kewajiban yang harus kalian jalani.
Oke lanjut, pada pesan yang Ke Enam, Kita semua adalah 'wayang' dan Dalangnya adalah 'Allah'.
Artinya selalulah letakkan fikir dan fahami akan ketentuan bahwa kita hanya bisa berlaku tanpa punya hak untuk memilih dalam hidup ini, kita hanya punya hak untuk 'memohon' saja kepada Allah. Jadi segala yang terjadi atas diri kalian adalah karena kehendak Allah, letakkan betul itu pada tiap tarikan nafasmu, dengan begitu kalian akan selalu 'ihlas' akan ketentuannya, hidup kalian akan tenang dan tidak selalu 'gemuruh' dengan tipuan syetan. Janganlah sekali-kali kalian berfikir 'jelek' atas ketentuan Allah, karena 'belum tahunya hikmah akan pembelajaran Allah'
Ayah rasa ini sudah cukup untuk sementara, bila ada yang tidak tahu segeralah tanya, semoga Allah berkenan ijinkan untuk rahmati dan ridhoi hidup kita , selamat saat di didunia, alam kubur dan akherat nanti, jauh dari bala' kecil atau bala' besar, yang terampuni dosa yang terdahulu atau yang akan datang, baik yang tersembunyi atau terang-terangan, yang dipanjangkan usia sebagai sosok yang barokah, amanah, fatonah dan sidiq. Amiiin ....
Satrio