Selasa, 01 Juni 2010

Lapindo, usiamu kini telah 4 tahun

Pengen tahu seperti apa kondisi Lapindo saat ini ??,

Bagi temen-temen Blogger yang ga sempet baca berita tentang Lapindo, seperti apa kira-kira daerah bencana saat ini dan kedepannya, bagaimana kondisi tanah disekitarnya ? smakin ambles kebawah atau makin naik tonjolan permukaannya.

ikuti ulasan Tim Kajian Kelayakan Permukiman Jawa Timur - Teguh Hariyanto intinya seperti ini :

Penanganan.
Berita penanganan belum efektif, perluasan Tanggul dan upaya penghentian semburan patut dipertimbangkan karena skala dampak lumpur sulit diprediksi dan ditangani.

Volume Lumpur
Ternyata udah banyak yang keluar dari perut bumi, sudah mencapai angka kurang lebih 116,8 juta M3, uff...kalo diurug setinggi apa ? yang baru bisa kebuang di Kali Porong kata dia baru 10 - 20 %, sisanya kemana ? mungkin masih disekitar sana.
Lumpur dalam tanggul, kata dia akan bebani permukaan bumi sekitarnya serta akan akibatkan ada penurunan dan naiknya permukaan tanah pada daerah lainnya.

Radius Dampak.
Tahun 2009, radius titik terluas perubahan permukaan tanah adalah 3 km, sekarang ini sudah melebar 3,5 km.

Luas Genangan Lumpur & Naik Turunnya Permukaan Tanah.
Adalah 580 Ha setara dengan 703 Lapangan Bola dengan tekanan lumpur 80 juta M3, laju tekanan lumpur ini akibatkan sisi Utara pusat semburan, permukaan tanahnya alami penurunan 50 cm per bulan. Sedang di sebelah Barat hingga Maret 2010 sudah turun 10 s.d 60 cm kata dia, untuk sisi Selatan & Timur adalah sebaliknya, permukaan tanah jadi naik rata-rata 40 cm itu lebih disebabkan oleh pembuangan lumpur yang memang mengarah ke timur arah laut melalui Kali Porong juga Selatan karena memang arah pembuangannya dari Kantong Lumpur.

Timbul buble baru yang berisikan Gas, serta tercemarnya sumur warga.
Akibat adanya penurunan dan naiknya permukaan tanah, ada rekahan-rekahan yang keluarkan gelembung-gelembung Gas metana yang kalo dipantik sama api bisa langsung nyala. Juga semburan lumpur mengenai lokasi air tanah (bawah lapisan struktur tanah), akibatnya sumur warga pun jadi tercemar dan kerusakan ini terus meluas.

Upaya yang dilakukan BPLS (Badan Penanggulangan Lupur Sidoarjo).
Telah melakukan upaya pembuangan lebih besar dari volume lumpur yang keluar saat ini, yaitu kurang lebih 72.000 M3 ke Sungai Porong.

Ini ada beberapa photo dari BPLS yang bisa dilihat seputar Lapindo :
















































Inilah beberapa cerita gambarkan kondisi akhir dari Lumpur Lapindo Sidoarjo yang bisa saya ceritakan dari penyampaian Tim
Kajian Kelayakan Permukiman - Teguh Hariyanto melalui media koran.

Ada komentar atau tanggapan dari temen-temen Blogger, silahkan, makin lengkap makin seru untuk bahasan obrolan kita, terimakasih
.


Salam - Satrio

4 komentar:

  1. hi hi hi....terus gimana donk, orang alam dan kondisinya seperti itu

    BalasHapus
  2. ini nih yang serem, di bandingkan bencana-bencana lain, pelan-pelan bawa penderitaan paling banyak dan bencananya juga gak tau kapan berakhir, cuma bisa berdoa supaya lumpurnya gak nyembur lagi..

    BalasHapus
  3. Makasih mas udah mampir ke blog ku, siiip temenku nambah satu
    Memang bener pelan tapi pasti, dan kesemuanya tergantung sama Allah untuk bisa berhenti atau tidak. Bener katamu kita hanya bisa memohon, karena bagaimanapun juga kita adalah merupakan bagian dari Alam.

    BalasHapus